Senin, 11 Maret 2013

SISTEM POLITIK DI NEGARA BERKEMBANG



Sistem Politik Negara Berkembang


Di era Globalisasi seperti sekarang ini, Negara-negara berkembang tengah menjadi sorotan dari seantero dunia. Hal ini tidak terlepas dari fenomena-fenomena apik yang terjadi di Negara berkembang baik berupa pergolakan konstelasi politik maupun ketika mulai bermunculan kekuatan-kekuatan ekonomi baru dari Negara-negara berkembang. Disisi lain, hal-hal yang tersebut sebelumnya merupakan hasil dari sebuah proses panjang maupun proses revolusioner dari Negara-negara berkembang. Jika kita telaah secara mendalam bahwa ternyata Negara-negara berkembang memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari corak dan cita rasa sistem politiknya hingga kondisi penduduknya

Hal yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana bentuk atau corak perbedaan yang melingkupi sistem politik Negara berkembang. Corak sistem politik yang heterogen diantara Negara berkembang meliputi kedudukan kepala Negara dan Kepala pemerintahan, sistem kepartaian (partai tunggal atau dominan dan multi partai), sistem pemilihan umum, mekanisme pengambilan kebijakan, mekanisme supremasi hukum, yang kesemuanya dipengaruhi oleh ideologi yang dianut dan tidak terlepas dari kekhasan atau ciri lain sebagai pembeda. Ciri lain yang membedakan yakni bentuk pemerintahan, bentuk Negara, sistem kabinet, serta bentuk parlemen Negara-negara berkembang. Selain itu, Negara-negara berkembang menganut sistem pemerintahan yang berbeda-beda, seperti demokrasi presidensil, demokrasi parlementer, sistem monarki absolut serta monarki konstitusional. Disamping itu bentuk Negara pun berbeda-beda, ada yang berbentuk Negara federal serta ada pula yang berbentuk Negara kesatuan, dimana hal tersebut disesuaikan dengan kondisi Negara bersangkutan. 

0 komentar:

Poskan Komentar